Lembar Jawaban UTS I


UJIAN TENGAH SEMESTER 1 JURUSAN KOMUNIKASI
BENGKEL TELEKOMUNIKASI

1.        Jelaskan dengan warna resistor dibawah ini :

1.    100 + no.absen (9) KΩ, Toleransi 1%
2.    29 + no.absen (9) Ω, Toleransi 5%
3.    569 + no.absen (9) Ω, Toleransi 10%
4.    10 + no.absen (9) MΩ, Toleransi 1%
5.    16K2 + no.absen (9) KΩ, Toleransi 1%

 Jawab :

 1.    109 KΩ, Toleransi 1%
   1          Berwarna Cokelat
   0          Berwarna Hitam
   9          Berwarna Putih
   K         103 Berwarna Orange
   Toleransi 1% Berwarna Cokelat

        2.    29 Ω, Toleransi 5%
             2          Berwarna Merah
             9          Berwarna Putih
             Ω         100 Berwarna Hitam
             Toleransi 5% Berwarna Emas

      3.    569 Ω, Toleransi 10%
             5          Berwarna Hijau
             6          Berwarna Biru
             9          Berwarna Putih
             Ω         100 Berwarna Hitam
             Toleransi 10% Berwarna Perak

       4.   10 MΩ, Toleransi 1%
  1             Berwarna Cokelat
  0             Berwarna Hitam
  M         10Berwarna Biru
  Toleransi 1% Berwarna Cokelat

      5.   16200 KΩ, Toleransi 1%
            1          Berwarna Cokelat
            6          Berwarna Biru
            2          Berwarna Merah
            KΩ      10Berwarna Hijau
            Toleransi 1% Berwarna Cokelat



2.         Jelaskan pengertian rangkaian seri R1 dan R2, dimana : R1 = 2 X no.absen (9) = 18 Ω, R2 10 X no.absen (9) = 90 Ω, Hitung R Total !

Jawab :


Diketahui : R1 = 2X9 = 18 Ω
              R2 = 10X9 = 90 Ω
Ditanyakan : R total = ………..……?
Jawab : R total = R1 + R2
        R total = 18 Ω + 90 Ω
        R total = 108 Ω

3.         Jelaskan pengertian rangkaian paralel R1 dan R2, dimana : R1 = 4 X no.absen (9) Ω, R2 = 8 X no.absen (9) Ω, Hitung R Total !

     Jawab :


     Diketahui : R1 = 4 X no.absen (9) = 36 Ω
                       R2 = 8 X no.absen (9) = 72 Ω
     Ditanyakan : R total = …….………?
     Jawab : R total =  
                         
                         
                          = 24 
4.         Ada 2 jenis rangkaian multivibrator yang menggunakan IC 555, sebutkan dan jelaskan !

Jawab :

IC timer 555 merupakan IC atau sirkuit terpadu (chip) yang digunakan dalam berbagai aplikasi pewaktuan, sumber pulsa gelombang, serta aplikasi osilator.
IC ini dapat dimanfaatkan dalam rangkaian elektronika sebagai penunda waktu (Delay Timer), rangkaian flip-flop, dan osilator. Secara fisik IC 555 berbentuk DIP atau Dual inline Package dengan package 8 pin.



GND : Ground
Trigger : sebagai pemantik agar pewaktuan berkerja
Output : akan dihubungkan ke beban contohnya : LED
Reset : berfungsi untuk menghentikan interval pewaktuan jika dihubungkan dengan GND
Control : sebagai pengakses pembagi tegangan sebesar 2/3 VCC
Threshold : untuk menentukan berapa lamanya pewaktuan
Discharge : biasanya dikonekkan dengan kapasitor elektrolit, dan pada waktu pembuangan muatan el-co digunakan untuk menentukan interval pewaktuan
VCC : tegangan masukan antara 3 Vdc sampai 15 Vdc

A.  Rangkaian Monostable Multivibrator
Monostable mempunyai arti satu atau mono dan stabil yang dimana kondisi awal standby pada kondisi low dan high selama selang waktu tertentu setelah dipicu.
Rangkaian ini dapat dimanfaatkan sebagai penunda waktu, pendeteksi pulsa gelombang yang hilang, bouncefree switch / penekanan switch sekali dan latch, saklar sentuh, pulse wide moulation (PWM), pembagi frekuensi, dan kapasitansi meter.

Berikut gambar rangkaian simulasi rangkaian monostable :



Cara kerja rangkaian ini yaitu dengan memanfaatkan pengisian dan pengosongan kapasitor sebagai delay timer-nya.

Rumus untuk menghitung besarnya waktu tunda yaitu sebagai berikut :
Td = 1,1 RC
keterangan :
Td : Delay timer (second)
R : resistor (ohm)
C : kapasitor (Farad)

B.  Rangkaian Astable Multivibrator
Rangkaian kedua ini merupakan kebalikan dari rangkaian pertama yaitu monostable. Astable mempunyai arti tidak stabil dikarenakan rangkaian ini tidak memiliki keadaan output yang stabil atau berubah-ubah.
Dari keadaan tersebut terjadi akibat dari pengisian dan pengosongan kapasitor yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa aplikasi rangkaian kendali.
Rangkaian ini bekerja sebagai Square Wave Oscilator/gelombang kotak yang mempunyai kegunaan sebagai generator pulsa, pemodulasi, lampu blinking (kedip), dan lain – lain.
Contoh rangkaian sebagai lampu blinking seperti gambar dibawah ini.



Rumus untuk mengetahui frekuensi yang dihasilkan pada rangkaian diatas digunakan rumus sebagai berikut :
f = 1 / (ln (2) * (R1 + 2*R2) * C)
Keterangan :
f = frekuensi (Hz)
ln(2) = 0.7
R1 dan R2 = resistor (Ohm)
C = kapasitor rangkaian (Farad/F)

5.         Buat rangkaian IC 555 sebagai astabis Multivibrator, yang menghasilkan frekuensi : 10 X no.absen (9) = 90 Hz ! (Gambarkan menggunakan live wire, dan gunakan osciloskop)

Jawab :


Osiloskop

            Osiloskop adalah alat ukur Elektronik yang dapat memetakan atau memproyeksikan sinyal listrik dan frekuensi menjadi gambar grafik agar dapat dibaca dan mudah dipelajari. Dengan menggunakan Osiloskop, kita dapat mengamati dan menganalisa bentuk gelombang dari sinyal listrik atau frekuensi dalam suatu rangkaian Elektronika. Pada umumnya osiloskop dapat menampilkan grafik Dua Dimensi (2D) dengan waktu pada sumbu X dan tegangan pada sumbu Y.



6.         Buatkan rangkaian running LED menggunakan live wire, jelaskan apakah fungsi VR !

Jawab :

RUNNING LED


ALAT DAN BAHAN

a.    Ic 555
b.    Ic 40178
c.    Variabel resistor 100kΩ
d.    Capasitor 100µf
e.    Led
f.       Resistor 1kΩ

DASAR TEORI

a.    IC 555
IC 555 adalah ic yang sering digunakan untuk berbagai rangkaian pewaktu dan multivibrator. IC ini didesain dan diciptakan oleh Hans R. Camenzind pada tahun 1970 dan diperkenalkan pada tahun 1971 oleh Signetics. Nama aslinya adalah SE555/NE555dan dijuluki sebagai "The IC Time Machine"

b.    IC 4017
IC 4017 adalah jenis IC dari keluarga IC CMOS (Complentary Metal Oxide Semiconductor). ... Dibawah tegangan 3 Volt , CMOS tetap bekerja tetapi kecepatan pensklarnya berkurang. IC ini adalah jenis IC Pencacah Decade (Decade Counter) dengan 10 output. IC ini menghasilkan 10 Output yaitu dari Q0 – Q9, memiliki Clock

c.    LED
Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.

d.    RESISTOR
Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurun tegangan diantara kedua salurannya sesua dengan arus yang mengalirinya  berdasarkan hokum Ohm. Resistor digunakan
sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan.

e.    KAPASITOR
Kapasitor adalah komponen elektronika yangmempunyai kemampuan menyimpan electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutamatidak terjadi perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah kapasitor dinyatakan dalam farad. Pengertian lain Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor disebuat dengan kapasitansi atau kapasitas

LANGKAH KERJA

a.    Siapkan alat dan bahan yang di butuhkan
b.    Buat livewire rangkaian yang akan di buat
c.    Rakitlah bahan yang telah disiapkan
d.    Hitung dan ukur tegangan sesua langkah – langkah berikut :

1)               Gambar rangkaian.




            B. R1=100Ω; R2=310Ω DAN C1=100µF.





            C. R1=100Ω; R2=190Ω DAN C1=100µF.



              D. R1=100Ω; R2=130Ω DAN C1=100µF.



5. Tegangan nyala LED pada output 4017.




6. Analisa rangkaian
Dari rangkaian diatas, rangkaian di berikan teganagan sebesar 9V. arus mengalir menuju ke ic 555 kemudian di teruskan menuju ic 40178 dan kemudian di lanjutkan menuju ke led. Led menyala secara bergantian. Selanjutnya untuk mengatur kedip led secara bergantian dapat di gunakan dengan mengatur besar kecilnya nilai resistor.

7. Kesimpulan dan saran :
a. kesimpulan :
IC 4017 Memprogram LED yang berfungsi sebagai output untuk menghasilkan
cahaya yang dapat berjalan dari LED 1 sampai dengan LED terakhir dan
kembali lagi ke semula. Jika semakin kecil nilai resistor maka kedip tiap
lampunya cepat. Sebaliknya jika semakin besar nilai resistor maka  kedip
tiap lampunya semakin lambat.

b. saran :
agar kegiatan praktek di perbanyak sehingga siswa mampu mempraktekkan rangkaian running led. Sehingga dapat kami terapkan dalam tugas akhir kami yaitu lampu rambu lalu lintas.

Pengertian Variable Resistor (Resistor Tidak Tetap)

    Resistor variabel atau biasa disebut resistor tidak tetap merupakan salah satu jenis komponen resistor yang nilai hambatannya dapat berubah-ubah (variable). Perubahan nilai dari resistor variabel biasanya dimanfaatkan untuk mengatur sesuatu yang sifatnya tidak tetap dan bergantung dari kondisi penerapan rangkaian.


    Simbol resistor variabel pada umumnya digambarkan seperti simbol resistor dengan tanda panah ditengahnya atau tanda yang menyerupai huruf "T"  namun agak miring sebagai simbol trimpot atau preset. Karena kebanyakan resistor variabel berkaki tiga maka panah yang berada ditengah merupakan kaki ketiga yang berada ditengah dengan nilai resistansi yang berubah-ubah terhadap kaki pinggir. Perubahan nilai resistor ini tergantung pada posisi kaki tengah terhadap kaki pinggir.

Jenis-Jenis Variable Resistor


   Jenis-jenis pada resistor variabel dibagi berdasarkan nilainya, yaitu resistor yang dapat diubah secara manual sesuai dengan fungsinya (Adjustable Resistor) dan resistor yang berbubah tergantung pada kondisi fisik (Resistor Dependent On Physical Condition). 





Fungsi Variable Resistor

     Berfungsi sebagai pengatur tinggi rendahnya dan pembagi sebuah tegangan arus. Dalam Peralatan Elektronik, sering ditemukan Potensiometer yang berfungsi sebagai pengatur Volume di peralatan Audio / Video seperti Radio, Walkie Talkie, Tape Mobil, DVD Player dan Amplifier. Potensiometer juga sering digunakan dalam Rangkaian Pengatur terang gelapnya Lampu (Light Dimmer Circuit) dan Pengatur Tegangan pada Power Supply (DC Generator).




7.         Jelaskan perbedaan seven segment common anoda dan katoda !

Jawab :

LED 7 Segmen Tipe Common Cathode (Katoda)
Pada LED 7 Segmen jenis Common Cathode (Katoda), Kaki Katoda pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan Kaki Anoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED.  Kaki Katoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground sedangkan Signal Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Anoda Segmen LED.




LED 7 Segmen Tipe Common Anode (Anoda)
Pada LED 7 Segmen jenis Common Anode (Anoda), Kaki Anoda pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan kaki Katoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Kaki Anoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini akan diberikan Tegangan Positif (+) dan Signal Kendali (control signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Katoda Segmen LED.




Perbedaan Common Anoda dan Common Katoda

Common Anode adalah nilai common atau pin yang berlogika atau bernilai positif sedangkan Common Cathode berlogika atau bernilai negatif. Untuk lebih mudah menghafal, bisa menggunakan slogan ini, KaPAN => Katoda Positif Anoda Negatif. Positif dan negatif tersebut adalah relatif terhadap nilai acuan. Misal kita ambil contoh seven segment tipe anode (anoda) dan cathode (katoda). Di sebelah kanan adalah 7 segment tipe anoda sedangkan di sebelah kiri tipe katoda.


8.         Buatkan rangkaian nama siswa berjalan 6 karakter menggunakan seven segment common katoda ! (menggunakan live wire)

Jawab :